Warga cirebon mungkin tidak asing lagi dengan situs bersejarah  keraton kasepuhan cirebon,situs bersejarah ini merupakan situs tertua dicirebon.Jadi tidak heran apabila banyak pengunjung yang datang bebondong-bondong untuk mengunjungi keraton kasepuhan ini.Dilihat dari sejarahnya keraton kasepuhan ini memiliki sejarah terpanjang dari keraton kanoman dan keraton kacirebonan.Seperti yang kita ketahui bahwa cirebon merupakakan kota yang memiliki kebudayaan yang kental dan terbukti dengan situ-situs keratonnya. 
Keraton kasepuhan ini memiliki banyak bangunan didalamnya dan masing-masing bangunan memiliki makna dan fungsinya.Tidak hanya bangunan didalam keraton kasepuhan juga terdapat museum tempat untuk menyimpan benda-benda pusaka seperti keris,pedang,kereta kencana dan lain sebagainya.Namun untuk memasuki museum kita sebagai pengunjung diharuskan membayar kembali dengan harga Rp 10.000,- dengan membayar Rp.10.000 maka kita dapat memasuki museum tersebut. Didepan Keraton kasepuhanpun terdapat alun-alun,yang dulunya dinamakan alun-alun sangkala buana.Alun-alun ini dulunya adalah tempat  latihan parajurit yang dilakukan setiap hari sabtu.Disebelah barat alun-alun kasepuhan terdapat masjid megah yaitu Masjid Agung,sedangakan sebelah timur alun-alun kasepuhan dulunya adalah pasar pererkonoman yang sekarang menjadi pasar kasepuhan.Halaman depan keraton kasepuhan dikelilingi dengan tembok bata berwarna merah dan terdapat pendopo didalamnya.Pintu atau gerbang utama di keraton kasepuhan ini terletak disebelah utara.Pada saat memasuki halaman pertama kita dapat melihat gapura banteng,gapura banteng adalah pintu masuk untuk melewati siti ingggil.menurut penjelasnya gapura banteng melamabangkan kebaeranian,kekuatan aparatur negara,dan tumpukan batu bara berbentuk banteng melambangkan candra sangkala. 
Setelah memasuki gapura banteng,terdapat beberapa bangunan yaitu mande-mande,mande-mande ini bagian dari siti inggil.Terdapat beberapa  mande seperti mande pandawa lima,bangunan ini memiliki lima buah tiang penyangga yang melambangkan rukun islam,dan berfungsi untuk pengawal sultan.Selanjutnya  yaitu Mande karasmen  yaitu bangunan tempat perangakat gamelan atau kesenian .Lalu ada mande pengiring ,yaitu bangunan dengan 4 buah tiang dipojok  yang melambangkan  unsur tanah,air,dan udara dan 4 arah mata angin utara,selatan,timur dan barat.selanjutnya ada mande semar tinandu,yaitu bangunan tiang yang melambangakan dua kalimat syahadat dalam agama islam.dan yang terakhir ada mande malang semirang,yaitu  bangunan dengan jumlah 6 tiang ditengah yanng melambangkan rukun iman.Itulah banguan-bangunan yang terdapat pada siti inggil.Bangunan berikutnya yaitu pendopo,terdapat beberapa pendopo didalam keraton kasepuhan ini.Pertama ada pendopovpengada,pendopo pengada berfungsi untuk tempat pejabat panca lima yang terdiri dari demang dalem,camat dalem lurah dslem,laskar dalem dan kaum dalem.Kedua yaitu lunjuk yaitu pendopo tempat unjukan para tamu sultan dan tempat meminta petunjuk.yang terkhir ada sri manganti,pendopo ini  tempat para tamu menunggu petunjuk dan keputusan sultan setelah terlebih dahulu unjuikan dipendopo pengada.Selanjutnya ada bangunan bangsal keraton.Didalam bangsal keraton terdapat bebrapa bagian.Pertama jinem pangrawit,jinem berarti tempat tugas dan pangrawit berarti kecil yang bermasud halus atau baik.Selanjutnya gajah nguling,bangunan ini berarti  hidup ini harus irit tidak boros.Ketiga yaitu bangsal pringgadani yang berfunsi untuk menghadap para bupati.yang terkhir ada bangsal prabayaksa yang fungsinya untuk tempat sidang mentri negara keraton kasepuhan. 
Dalam keraton kasepuhan terdapat beberapa gapura.Gapura yang pertama yaitu tadi gapura banteng.Kedua gapura lonceng,gapura ini terdapat sebuah lonceng yang fungsinya untuk menandakan waktu.Ketiga ada pintu regol,gapuara ini fungsinya menyaring pendatang yang masuk keraton setelah melalui pendopo-pendopo.Keempat pintu gledegan,gapura ini berupa pintu gerbang yang dijaga oleh penjaga dengan suara besar seperti gledeg.Kelima pintu buk bacem,bangunan ini merupakan bangunan untuk masuk kedalam tempat tinggal putra-putra sultan dan keputren tempat tinggal putri-putri sultan yang belum menikah. 
Bangunan selanjutnya yaitu langgar agung,yaitu tempat sholat sultan dan keluarga.Banguan berikutnya yaitu langgar alit yang berfungsi untuk tadarus setelah shalat terawih.Dan bangunan yang terkhir yaitu jinem arum,fungsinya untuk ruang tunggu warga keraton yang ingin menghadap sultan.Demikianlah Bangunan-bangunan yang terdapat dalam kerton kasepuhan.Masih banyak lagi bagian-bagian dari keraton kasepuhan sepeti benda bersejarah dan seagainya.  






 
       Dulunya keraton kasepuhan adalah  satu-satunya keraton dicirebon,namanyapun sebelum menjadi keraton kasepuhan yaitu keraton cirebon ,namun sekarang keraton cirebon dipecah menjadi tiga bagian dan terbentuklah Keraton Kasepuhan.Keraton ini tetap menjadi keraton terbesar dan tertua diCirebon.Keraton yang terletak di  Jl.Kasepuhan No.43 kelurahan kasepuhan ini  selalu ramai pengunjung,khusunya pada perigatan hari besar islam maulid Nabi Muhammad.
Seperti yang  kita ketahui bahwa peringantan maulid nabi muhammad dilaksanakan dalam satu tahun sekali.Keraton kasepuhan ini selalu mengadakan acara pada peringatan maulid nabi Muhammad.Acara utama pada maulid Nabi Muhammad adalah pada saat malam pelal yaitu melakukan upacara pajangan jimat.Upacara panjang jimat merupakan bentuk tradisi untuk melestarikan kebudayaan lokal indonesia yang sampai saat ini masih berlangsung dan bersifat sakral.Keluarga sultan dan para abdi dalem sangat berpengaruh besar dalam acara panjang jimat karena dalam upacara ini sangat memerlukan banyak orang untuk melakukan prosesi upacara panjang jimat.Ada beberapa prosesi  yang dilakukan pada pelaksanaan upacara panjang jimat,seperti mengeluarkan benda pusaka yang dimandikan,acara arak-arakan (berisi makanan dan sesajen)  yang diawali dari bangsal prabayaksa sampai ke langgaragung,lalu setelah sampai  dilanggaragung dilakukanlah pengajian dan shlawatan.Dalam acara panjang jimat mengajak setiap umat islam untuk terus mengingat dan mengerjakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW.Selain itu,tidak hanya acara didalam keraton,dialun-alun kasepuhanpun ramai dengan pasaran atau pasar malem.Pasar malem di alun-alun kasepuhan ini  hanya ada pada saat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad atau maulid Nabi Muhammad.Pasar malem ini pun berlangsung selama satu bulan menjelang bulan maulid dan berakhir pada puncak malam pelal.Banyak pedagang dari berbagai daerah seperti majalengka,indramayu dan lain-lain.Macam-macam daganganpun tersedia mulai dari makanan ringaan sampai yang berat,minuman,pakaian,mainan anak dan lain-lain.Didalam pasaran ini juga terdapat beberapa wahana seperti kemidi puter,kora-kora,ambak banyu dan tong setan.
 Banyak pengunjung khususnya warga cirebon itu sendiri yang tertarik untuk datang ke pasaran atau ke keraton kasepuhan pada saat muludan untuk menikmati acara disana.Bahkan berbagai pengunjung  dari daerah-daerah luar seperti  indramayu,majalengka, dan kuninganpun ikut berantusias melihat acara pada pasar muludan atau di  dalam Keraton Kasepuhan tersebut.Pengunjung datang berbondong-bondong mulai dari kalangan muda sampai yang tua.Mereka sangat bersemangat dalam berkunjung ke pasaran dan kedalam  Keraton Kasepuhan,karena dalam pasaran itu pedagang memasang tarif ekonomis sehingga pengunjung tidak segan-segan untuk membeli apapun yang dijual di pasar muludan itu.Pasar muludan ini tidak hanya ada pada siang hari,mereka (para pedagang )berjualan sampai malam hari.Wahana-wahana seperti kemidi puter,kora-kora,ombak banyu dan lain-lain dibuka sejak siang hari sampai malam hari,sehingga pasar muludan ini selalu ramai pada siang dan malam harinya.Para penjual tiket wahana-wahana ini pun memberikan tarif murah untuk setiap wahananya yaitu dengan harga RP.8000-,  saja.Selain itu banyak pedagang yang menjual pernak pernik  khas cirebon  seperti topeng kelana,gantungan kunci,gelang gelangan dan masih banyak lagi.Pengunjung selalu tidak lupa untuk membeli oleh-oleh  tersebut karena harga yang dijual pada pasaran muludan ini sangat terjangakau. 
Semakin hari menuju malam puncak yaitu malam pelal,pengunjung semakin ramai karena inti dari acar tersebut  ada dimalam pelal.Sehingga pada saat malam penghujung datang ratusan pengunjung  berjubel-jubel untuk bisa melihat dari inti acara tersebut. Untuk bisa melihat acara tersebut  sebaiknya datang lebih awal yaitu  sore hari agar kita sebagai pengunjung dapat masuk lebih awal dan mendapatkan posisi didepan.

Keraton kasepuhan merupakan keraton terbesar dicirebon,keraton ini didirikan oleh  pangeran cakrabuana sekitar tahun 1452.Dulunya keraton ini dinamakan keraton pakungwati, sebutan pakungwati berasal dari nama anak cakrabuana yaitu dewi pakungwati yang menikah dengan sunan gunung jati atau syech syarif hidayatullah.Keraton ini adalah keraton tertua dicirebon dan banyak peninggalan-peninggalan islam didalamnya,karena cirebon merupakan pusat penyebaran islam  di  jawa.Cirebon pada awal keramaiannya yaitu diastana gunung sembung yang sekarang diwilayah kabupaten cirebon,sedangkan keraton kasepuhan ini berada dikota madya.Di astana gunung sembung dulu nya tempat tinggal para ulama-ulama islam termasuk syarif hidayatullah atau yang di kenal dengan sunan gunung jati.Kemudian tinggal juga disana pangeran cakra buana bersama adik nya nyimas rarasantang dan raden kiansantang.
 Ketika itu,laksamana cengko dan prajurit nya datang kecirebon untuk membantu menyebarkan agama islam ke majapahit dan meminta kedaulatan kepada para raja-raja di cirebon.Dari astana gunung sembung itulah terbengtuknya masyarakat muslim kemudian para ulama-ulama islam berfikiran untuk menyebarkan agama islam sampai kejawa barat,yang pada waktu itu agama hindu yang berkuasa dibawah naungan prabu siliwangi.Para ulama disini mempunyai strategi untuk mengislamkan raja-raja tersebut,namun gagal.Prabu siliwangi tidak memeluk agama islam,hanya saja keturunannya yaitu pangeran cakra buana,nyimas rarasantang,raden kiansantang dan juga syarif hidayatullah(menantu dari cakra buana) sudah beragama islam bahkan syarif hidayatullah telah menjadi wali di cirebon.
 Ketika itu cakra buana mendirikan keraton yang dimana akhir nya beliau menemukan arah mata angin dari arah utara ke selatan daerah cirebon.Akhir nya pertama kali ditemukannya lemah hungkun dari situlah di dirikannya keraton kesepuhan cirebon.Pada  saat itu cakra buana tidak mau menjadi raja,beliau menunjuk syarif hidayatullah menjadi raja pertama di cirebon.Kemudian cirebon berkembang dan terdapat banyak bangunan-bangunan di keraton kesepuhan.Pada masa pemerintahan sultan hidayatullah keraton cirebon dikuasai oleh belanda dan pada tahun 1678 terpecah menjadi 3 karena raja cirebon dibunuh oleh belanda dan mengangkat putra nya menjadi raja(konflik internal).
Pangeran pakungtuwo adalah putra pertama nya yang menempati warisan syech syarif hidayatullah,kemudian  anak ke-2 nya mendirikan keraton kanoman ditahun terjadi nya perpecahan nama gelar nya yaitu sultan anom atau raja muda,kemudian yang terakhir anak ketiga nya diangkat menjadi pati berkedudukan dikeraton kacirebonan,dinamakan keraton kacirebonan artinya ada seorang pati yang membantu kedua sultan yang ada dicirebon,maka dari itu dinaamakan keraton kacirebonan.
Didalam keraton kasepuhan terdapat beberapa bangunan seperti siti inggil(mande karasemen,mande pandawa lima,mande pengiring,mande semar tinandu,dan mande malangsemirang),gapura(gapura banteng,gapura lonceng,lawang atau pintu regol,lawang atau pintu gledegan,dan pintu buk bacem),bangsal keraton(jinem pangrawit,gajah nguling,bangsal pringadani,bangsal prabayaksa),langgar alit,jinem arum,langgar agung,pendopo(pendopo pengada,lunjuk,dan sri manganti),bebatuan(batu lingga dan yoni,meja batu kalingga),benda-benda bersejarah(patung dan dua ekor macan putih,patung lembuh kecil,bedug samogiri,dan meriam  nyisantomi),dan taman(taman bunderan dewandaru,dan taman atau lapangan gianti)semua bangunan-bangunan itu memiliki arti dan fungsi nya masing-masing.Di dalam keraton kasepuhan memiliki gaya arsitektur campuran jawa,china,dan eropa,seperti bangunan depan bangsal mirip istana dieropa dan di dinding nya terdapat hiasan keramik china.Sedangkan nuansa jawa terlihat pada ukiran pintu,jendela,dan langil-langit bangsal keraton.Pengaruuh unsur china berasal dari istri ke-3 sultan cirebon yang berasal dari bangsa tiongkok.Adapula bangunan modern berupa museum. Pada saat ini keraton cirebon dipimpin oleh sultan sepuh XIV PRA arief natadiningrat.Selain menjadi tempat tinggal keluarga  kasepuhan bangunan keraton ini juga dijadikan sebagai tempat wisata sejarah dan budaya
 


         Cirebon  merupakan pusat  penyebaran agama islam pertama  dijawa.Cirebon juga sering disebut dengan kota wali karena banyak peninggalan kebudayaan islam didalamnya.Keraton-keraton adalah salah satu peninggalan agama islam pada saaat itu.Ada beberapa keraton dicirebon yang saat ini masih terjaga dan terawat seperti keraton kasepuhan,keraton kanoman dan keraton kaciebonan.Diantara beberapa keraton tersebut,keraton kasepuhanlah yang menjadi keraton tertua dicirebon.Keraton kasepuhan  adalah keraton pertama dicirebon.Keraton ini merupakan keraton peninggalan syekh syarif hidayatullah yang sampai sekarang menjadi tempat wisata keraton.Dulunya keraton ini dinamakan keraton pakungwati namun sekarang namanya diganti dengan keraton  kasepuhan.Didalam keraton kasepuhan ini terdapat beberapa  bangunan dan benda-benda bersejarah.Untuk benda-benda bersejarah  ditempatkan dimusium agar lebih terjaga dan terawat.Seperti yang kita ketahui bahwa keraton kasepuhan adalah keraton tertua dengan peninggalan-peningalan dan cerita sejarahnya,maka dari itu banyak orang  yang datang berkunjung ke keraton kasepuhan ini untuk mengetahui sejarahnya dan yang lainya.Berbagai jenis pengunjung yang datang ke keraton kasepuhan ini mulai dari warga cirebon itu sendiri dari yang tua hingga yang muda.Tidak hanya warga cirebon saja yang berkunjung ke keraton kasepuhan tersebut, wisatawan  dari luar daerahpun banyak,khususnya kalangan pelajar.Banyak kalangan pelajar tingkat SMP dari berbagai daerah seperti dari bekasi,bandung,jakarta daln lain sebagainya yang berkunjung ke keraton kasepuhan dalam acara tournya.Mungkin seringkali kita mendengar istilah study tour dalam kalangan pelajar,namun yang pertama terpikirkan dibenak kita adalah daerah istimewa Yogyakarta atau Pulau Dewata Bali.Siapa sangaka kali ini study tour dengan destinasi di Cirebon yaitu pada keraton Kasepuhan Cirebon.Keraton kasepuhan ini memang sangat cocok dijadikan destinasi study tour bagi kalangan pelajar.Untuk warga yang ingin berkunjung ke keraton kasepuhan bisa membeli tiket dengan harga Rp. 15.000,- sedangkan yang ingin memasuki museum diminta untuk membayar kembali seharga Rp. 10.000,- dengan membayar Rp. 10.000,- kita dapat melihat benda-benda pusaka yang ada di museum tersebut. Di dalam keraton kasepuhan ini terdapat  pemandu untuk membantu para wisatawan dalam mengetahui sejarah dan informasi tentang keraton kasepuhan.Dengan membayar secukupnya  wisatawan dapat menyewa pemandu keraton kasepuhan.Jangan khwatir dengan tidak kebagian pemandu untuk menjelaskan informasi-informasi dalam keraton,karena dalam keraton kasepuhan ini menyediakan banyak pemandu,pemandu dalam keraton kasepuhan ini merupakan abdi dalem keraton.Untuk mendapatkan informasi-informasi tentang keraton juga kasepuhan tidak hanya melalui pemandu saja,wisatawan juga bisa membeli buku tentang keraton kasepuhan kepada penjual buku dikesitar keraton kasepuhan.Layaknya tempat tour lain,dikeraton kasepuhan juga menyedikan beberapa pernak-pernik ataupun oleh-oleh khas cirebon,seperti baju baik mega mendung dan sebagainya.Disekitar keraton pula banyak pedagang-pedagang makanan dan minuman.Pada keraton kasepuhan memang sudah banyak yang direnovasi seperti pada keramik langgar alit,renovasi tersebut dilakukan karena memang keadaan bangunan tersebut sudah kurang baik.Walaupun sudah direnovasi keraton kasepuhan tidak merubah tata letak maupun sejarah pada bangunan tersebut.Sebagai warga cirebon patut mengapresiasi karena keraton kasepuhan ini telah menjadi wisata yang  diminati banyak orang khususnya kalangan pelajar dalam kegiatan study tour guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang sejarah.Dengan ada nya kunjungan dalam kegiatan study tour maka akan menambah daya tarik bagi warga untuk berkunjung kedalam keraton kasepuhan cirebon ini agar tidak hanya sekedar mengetahui tempat nya saja tetapi dapat mengetahui sejarah dan budaya yang ada di dalam keraton kesepuhan tersebut. 
 


















Kota Cirebon Dikenal Dengan Sebutan Kota Para Wali. Tentunya Hal Tersebut Dibuktkan Dengan Peninggalan-Peningalan Sajarahnya. Salah Satu Bukti Peninggalan Sejarahnya Yaitu Keraton Kasepuhan Cirebon .Dari Sejarahnya , Keraton Kasepuhan Cirebon Juga Memiliki Kisah Yang Menarik Untuk Dikupas Dan Diketahui Perkembangannya .Di Kota Cirebon Terdapat Sebuah Istana Penguasa Raja Atau Yang Sekarang Dikenal Dengan Sebutan Keraton . Istana Penguasa Raja Atau Keraton Yang Berada Dicirebon Yaitu Keraton Kasepuhan.Pada Jaman Dahulu Keraton Kasepuhan  Merupakan Keraton  Terbesar Di Cirebon.
Keraton Kasepuhan Ini Dibangun Pada Tahun 1430 Yang Pada Awalnya Keraton Ini Dinamakan Keraton Pakungwati,Keraton Yang Dibangun Oleh Putra Dari  Prabu Siliwangi Yang Bernama Pangeran Walasungsang Atau Yang Dikenal Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakra Buana Memberikan Nama Keraton Pakungwati Karena Pangeran Cakra Buana Membat Keraton Ini Untuk Putrinya Yaitu Nyimas Pakungwati. Pada Tahun 1479 Diserahan Lah Kepada Ponakan Sekaligus Menantunya Sendiri Karena Nyimas Pakungwati Menikah Dengan Sepupunya Sendiri Yang Bernama Sultan Syarif Hidayatullah Atau Yang Dikenal Sunan Gunung Jati (Wali). Pangeran Cakrabuana Pada Saat Itu Menujuk Syekh Syarif Hidayatullah Untuk Menjadi Raja Pertama Di Cirebon .
Pada Saat Masa Pemerintahan Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) Terdapat Perubahan Perubahan Dari Masa Ke Masa, Pada Tahun 1529 Sunan Gunung Jati Memperluas Keratonya Kearah Barat Daya Untuk Pemerintahaannya . Tahun 1678 Sunan Gunung Jati Dibunuh Oleh Belanda Dan Kemudian Diangkatlah Putranya Untuk Memimpin Menjadi Raja Untuk Menggantikan Posisinya , Putra Sunan Gunung Jati Memiliki 3 Orang Putra . Pada Saat Itu Terjadi Sebuah Peristiwa Yaitu Politik Pecah Belah Yang Bertujuan Agar Raja Raja Yang Ada Di Keraton Kasepuhan Menjadi Terpecah-Belah. Pada Saat Itu Keraton Kasepuhan Terpecah Belah Menjadi 3 Yaitu  Keraton Kasepuhan , Keraton Kanoman , Dan Keraton Kacirebonan. Setelah Terjadinya Perpecahan Kemudian Keraton Kasepuhan Dipimpin Oleh Anak Pertamanya Pangeran Pakung Tuwo Yang Menempati Warisan Dari Sunan Gunung Jati , Kemudian Keraton Kanoman Dipimpin Oleh Putra Keduanya Yaitu Yang Mendapat Gelar Sultan Anom Atau Pangeran Muda Dan Yang Terakhir Adalah Keraton Kacirebonan Yang Dipimpin Oleh Putra Ketiganya Yang Telah Diangkat Menjadi Pati Yang Akan Membantu Kedua Sultan Yang Ada Dicirebon Disitulah Mengapa Dinamakan Keraton Kacirebonan.
peninggalan sejarah islam dijawa
Menurut sejarah Cirebon merupakan pusat penyebaran agama islam pertama yang ada di jawa. Penyebaran agama islam yang pertama di jawa adalah Cirebon kemdian yang kedua nya adalah demak. Sebelum terbentuknya kesultanan agama islam itu sudah ada dicirebon . dahulu kala para ulama ulama islam termasuk syekh syarif hidayatullah (sunan gunung jati) bertempat tinggal di daerah astana gunung sembung kemudian setelah beberapa lama pangeran cakrabuana dan adik nya nyimas rarasantang dan raden kiansantang tinggal diastana gunung sembung.
Laksamna cengko beserta pasukannya datang ke Cirebon untuk meminta kedaulatan kepada raja raja yang ada dicirebon  agar ikut membantu menyebarkan agama islam ke majapahit , kemudian laksamana cengko besrerta pasukan angkatan lautnya membuat bangunan bangunan untuk para undangan agama islam dan terbentuk lah masyarakat islam di daerah astana gunung sembung. Kemudian ulama-ulama berniat untuk menyebarkan agama islam sampai jawa barat , para ulama-ulama hanya berhasil mengislamkan keturunan prabu siliwangi , sedangkan prabu sliwangi tidak memeluk agama islam.



Banyak Sekali Peninggalan Peninggalan Bangunan Dan Benda Bersjarah Di Dalam Keraton Kasepuhan Cirebon.Makna Disetiap Sudut Arsitektur Didalam Keraton Kasepuhan Ini Dikenal Paling Bersejarah . Halaman Depan Keraton Dikelilingi Tembok Bata Berwarna Merah .Keraton Kasepuhan Ini Merupakan Peninggalan Yang Masih Terawat Dan Bersih. Yang Pertama Ada Siti Inggil (Lemah Duwur) Dinamakan Lemah Duwur Karena Bangunan Nya Yang Tinggi.Siti Inggil Ini Memiliki Dua Gapura Atau Pintu Masuk Bermotif Gentar Dan Bergaya Majapahit  Yang Pertama Gapura Adi Ada Di Depan Untuk Pintu Masuk Dan Yang Kedua Gapura Benteng Di Belakang (Jalur Untuk Melanjutkan Perjalanan Menuju Peninggalan Peninggalan Laiinnya). Didalam Nya Terdapat Sebuah Bangunan Yang Tidak Memiliki Dinding  Yang Memiliki Berbagai Fungsi Antara Lain Ada Mande Pandawa Lima, Mande Karesmen, Mande Pengiring, Mande Semar Tinandu ,Mande Malang Semirang, Dan Juga Ada Bebatuan Di Tempat Ini Yaitu Batu Lingga Dan Yoni ( Melambangkan Adam Dan Hawa , Melambangkan Kesuburan).Yang Kedua Terdapat Sebuah Bangunan Di Belakan Siti Inggil Yaitu Pendopo Pengada disamping pendopo pengada juga terdapat sebuah taman yaitu Taman lapangan giyanti . Kemudian Akan Melewati Sebuah Lawang Atau Pintu Regol  Setelah Melawati Lawing Tersebut Akan Terdapat Sebuah Museum Pusaka, Didalam Museum Kasepuhan Cirebon Kemudian Diseberang Museum Terdapat Langgar Agung  Langgar Agung Berfungsi Sebagai Tempat Beribadah Pada Saat Idul Fitri Dan Idul Adha Para Sultan Dan Juga Digunakan Untuk Acara Panjang Jimat Pusaka Keraton Di Area Langgar Aggung Terdapat Sebuah Bedug Yang Bernama Bedug Samogiri. Setelah Itu Kita Akan Melewati Lawang Atau Pintu Gledegan Yang Kemudian Akan Disambut Oleh Area Tengah Yang Pertama Akan Disambut Oleh Taman Dewandaru Atau Taman Bunderan Dewandaru Dikarenakan Memiliki Bentuk Yang Melingkar Tak Terputus Putus Melambangkan Keseluruhan , Taman Dewandaru Ini Memiliki Filosopi Dewandaru Dapat Diartikan Sebagai Pinus Dewandaru , Pohon Dewandaru Ini Terakait Dengan Kisah Rawana Dan Dewi Sinta , Didalam Area Taman Dewan Daru Ini Tedapat Peninggalan Peninggalan Yakni Terdapat ( Patung 2 Ekor Macan Putih , Patung Lembu , Meriam Nyisantomi , Meja Batu Kalingga) . Kemudian Terdapat Sebuah Lunjuk, Berfungsi Untuk Melayani Tamu Dan Mencatat Kepentingan Kepentingan Untuk Dilaporkan Kepada Sultan.(Area Pemerintahan). Setelah Lunjuk Terdapat Sebuah Pendopo Sri Manganti Yang Berfungsi Untuk Tempat Tunggu Para Tamu. Diarea Tengah Juga Terdapat Sebuah Bangsal Keraton Yang Terdapat Sebuah Bangunan Jinem Pangrawit Didalam Jinem Pangrawit Ini Terdapat Sebuah Sililah Keraton Kasepuhan Dan Dinding Nya Berkhias Piring Cina Yang Memiliki Makna Tersendiri Dan Diatas Atap Nya Memiliki Ukiran Khas Cina , Di Area Jinem Pangrawit Terdapat Sebuah Bangunan Yang Bernama Banguan Gajah Nguling . Gajah Nguling Merupakan Bangunan Tak Berdinding Dan Bangunan Nya Tidak Lurus Atau Berbelok Belok. Kemudian Disebelah Kiri Jinem Pangrawit  Terdapat Sebuah Pintu Buk Bacem , Pintu Ini Terbuat Dari Batah Putih Berbentuk Lengkung Yang Berarsitek Gaya Eropa Dan Terdapat Juga Hiasan Piring Cina, Pintu Buk Bacem Ini Terdapat Sebuah Kayu Jati Yang Sebelumnya Direndam Terlebih Dahulu Atau Di Bacem. Setelah Melewati Pintu Buk Bacem Ini Terdapat Tempat Tinggal Putra-Putra Sultan Dan Kaputern Putri Putri Sultan Yang Belum Menikah. Kemudian Disebelah Kanan Jinem Pangrawit Terdapat Pintu Buk Bacem Pula Tetapi Didalam Nya Berisikan Bangsal Pringgadani , Bangsal Prabayaksa Dan Terdapat Langgar Alit Yang Berfungsi Sebagai Tempat Tadarus Al-Qur’an Seteah Selesai Shalat Tarawih . Selanjutnya Ada Sebuah Area Yang Berisi Sumur-Sumur Diantaranya Sumur Kejayaan , Sumur Agung , Dan Sumur Pitu Atau Sumur Tujuh . Mungkin Itu Saja Peninggalan-Peninggalan Yang Terdapat Dalam Keraton Kasepuhan Cirebon, Untuk Lebih Jelas nya Lagi Bisa Langsung Datang Ke Keraton Kasepuhan.


  • dokumentasi area siti inggil











  • Dokumentasi langgar alit dan langgar agung






  • PENDOPO-PENDOPO



  • BANGSAL KERATON




  • GAPURA DAN PINTU




  • dokumentasi taman dan benda bersejarah








NewerStories OlderStories Beranda